Tips Sehat Cantik - Pasti Anda sudah kenal dengan jenis kutu yang satu ini, kutu yang satu ini sangat mengganggu kita terutama di daerah kemaluan. Kutu kemaluan adalah kutu yang hidup di area genital manusia. Penularan utamanya dilakukan melalui hubungan seksual. Selain itu, kutu kemaluan bisa saja kamu dapatkan jika kamu telah melakukan kontak langsung dengan orang yang memilikinya seperti melalui berbagi pakaian, seprei dan juga handuk bersama-sama. Banyak orang beranggapan enteng tentang masalah kutu kemaluan ini. Memang cara untuk mengatasinya cenderung sedikit mudah tapi tahukah Anda bahwa jika kutu kemaluan ini tidak ditangani segera akan menimbulkan masalah pada tubuh kita? Berikut adalah penyakit yang dapat disebabkan oleh kutu kemaluan.
1. Gatal pada kulit
Kutu kemaluan berupa jenis serangga bersayap kecil yang hidup di rambut kemaluan manusia. Kutu ini bertahan hidup dengan cara menghisap darah dari area tersebut. Hal inilah yang sering menyebabkan rasa gatal – gatal pada korban yang di hinggapi nya perasaan gatal yang parah juga tentu saja membuat rasa tidak nyaman. Perasaan gatal yang terjadi karena kutu tersebut memancing kita untuk menggatuk karena rasa gatal yang tidak tertahankan tapi tanpa kita sadari bahwa hal yang kita lakukan itu menyebabkan kulit terluka dan menyebabkan infeksi sekunder. Meskipun terlihat sederhana, tetapi kondisi ini harus segera ditangani untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah.
2. Penyakit menular seksual
Walaupun kutu kemaluan sendiri tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius, namun keberadaannya juga bisa menjadi pertanda bahwa seseorang pernah melakukan hubungan seksual atau kontak kelamin secara langsung. Mengapa demikian ? Hal ini dapat kita simpulkan karena jalur penularan utama kutu kemaluan adalah melalui hubungan seksual. Ada sekitar 30% orang dalam suatu survei yang memiliki kutu kemaluan memiliki penyakit seksual menular seperti Chlamydia, gonorrhea, dan juga sifilis. Penyakit tersebut sangat berbahaya karena dapat menyebabkan infertilitas atau bahkan kematian.
3. Mata merah (konjungtivis)
Selain hidup pada area kemaluan, kutu kemaluan bisa menjalar pada area tubuh lain yang memiliki rambut seperti alis, bulu mata, bulu dada, kaki, tangan kumis dan juga jenggot. Pada anak-anak kutu kemaluan biasanya hidup pada bagian alis dan bulu mata. Kutu kemaluan yang hidup di area tersebut tak jarang menyebabkan gangguan pada mata seperti konjungtivis. Pada mata ada sebuah lapisan tipis sel (membran) yang disebut dengan konjungtiva. Membran ini terletak antara permukaan dalam kelopak mata dan bagian putih mata. Konjungtivis adalah kondisi di mana konjungtiva mengalami peradangan. peradangan ini menyebabkan pembuluh darah kecil (kapiler) di konjungtiva menjadi lebih menonjol dan mata terlihat berwarna merah.
4. Blepharitis
Selain menyebabkan konjungtivis, keberadaan kutu kemaluan pada area sekitar mata membuat seseorang mengalami pembengkakan pada kelopak mata atau yang dikenal dengan istilah blepharitis. Dalam kondisi ini seseorang akan merasa seolah-olah ada benda asing yang berada dalam mata atau bahkan merasakan adanya sensasi terbakar pada mata. Kondisi ini juga akan menyebabkan seseorang akan mengeluarkan air mata berlebihan, gatal-gatal, kepekaan terhadap cahaya (fotofobia), kelopak mata merah dan bengkak. Kondisi ini juga ditandai dengan bagian putih mata menjadi merah, penglihatan kabur, atau bahkan pengerasan kulit dari bulu mata.
Bagaimana ? Masihkah Anda menyepelekan kutu kemaluan ? Terkadang kita merasa bahwa suatu hal yang sepele tapi memiliki dampak yang berbahaya bagi kesehatan kita. Jadi jangan berfikir panjang apalagi untuk masalah organ intim yang satu ini ya !
Baca juga :

0 komentar:
Post a Comment